Komunitas sepeda Muhammadiyah, GowesMu Surabaya, sukses menyelenggarakan kegiatan kopi darat (kopdar) perdana yang memadukan aktivitas fisik dengan edukasi sejarah. Mengusung tajuk "Napak Tilas Muhammadiyah di Surabaya", kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) ini menjadi ajang bagi para pesepeda untuk merefleksikan jejak dakwah di Kota Pahlawan.

Rombongan peserta memulai kayuhan dari Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Kota Surabaya di Jalan Wuni No. 9. Titik awal ini dipilih sebagai simbol representasi pusat pergerakan modern Persyarikatan Muhammadiyah saat ini. Perjalanan kemudian berlanjut menyusuri jalanan kota menuju Langgar Gipo di Jalan Kalimas Udik, sebuah situs cagar budaya yang menyimpan sejarah panjang aktivitas perdagangan dan pertemuan tokoh-tokoh besar bangsa di masa lalu.

Ketua GowesMu Surabaya, Abdillah Rosidin, menyatakan bahwa inisiatif ini dirancang agar komunitas sepeda tidak hanya berorientasi pada kesehatan fisik semata. Melalui jargon "Gowes Sehat, Ukhuwah Kuat, Ibadah Mantap", pihaknya berupaya menanamkan nilai-nilai ideologis sekaligus mempererat persaudaraan antaranggota dan masyarakat umum melalui pendekatan kultural yang santai namun edukatif.

Di sepanjang rute, para peserta tidak sekadar bersepeda, tetapi juga menunaikan kewajiban ibadah berjamaah, mulai dari Salat Magrib di Langgar Gipo hingga Salat Isya di Masjid Taqwa Kalimas Udik. Integrasi antara kegiatan fisik, silaturahmi, dan aktivitas ibadah ini diharapkan mampu menjadi identitas unik bagi GowesMu Surabaya dalam agenda-agenda mereka di masa depan.

Melihat antusiasme yang tinggi dari puluhan peserta, GowesMu Surabaya berkomitmen untuk menjadikan kegiatan napak tilas ini sebagai agenda rutin. Langkah ini diharapkan mampu menghidupkan syiar Muhammadiyah yang inklusif, sekaligus menjaga memori kolektif masyarakat terhadap akar perjuangan Islam di Kota Surabaya.