Industri antariksa kini tidak lagi sekadar menjadi domain eksklusif pemerintah, melainkan telah bertransformasi menjadi kelas aset investasi baru yang sangat diminati oleh investor institusi dan pasar modal global. Laporan terbaru dari Goldman Sachs Global Institute bertajuk "The Second Space Age" mengungkapkan bahwa penurunan biaya peluncuran serta masifnya aliran modal swasta menjadi motor penggerak utama pergeseran paradigma ekonomi ini.

Lembaga keuangan global tersebut memproyeksikan nilai ekonomi berbasis antariksa secara global bakal menembus angka fantastis sebesar US$1,8 triliun pada tahun 2035. Tren positif ini tercermin dari realisasi investasi pada ekosistem antariksa yang melampaui US$55 miliar sepanjang tahun 2025, disusul rekor baru senilai US$36 miliar pada kuartal pertama tahun 2026.

Fenomena ini juga terlihat jelas di lantai bursa, di mana korporasi kedirgantaraan berhasil menghimpun dana segar sekitar US$89 miliar melalui penawaran umum perdana saham (IPO) sejak awal 2025. Goldman Sachs menilai pencapaian ini menandai fase institusionalisasi ruang angkasa yang semakin matang sebagai sektor tersendiri dalam pasar ekuitas publik global.

Beberapa pemain besar menjadi representasi kuat dari geliat pasar ini. SpaceX memimpin dengan aksi korporasi historis bernilai lebih dari US$86 miliar di pasar publik. Selain itu, Firefly Aerospace berhasil mengantongi US$999 juta pascamisi Blue Ghost ke Bulan, disusul York Space Systems dengan raihan US$629 juta untuk proyek keamanan nasional, serta HawkEye 360 yang menggalang US$478 juta guna memperluas platform intelijen berbasis antariksa mereka.

Goldman Sachs menekankan bahwa keterlibatan pasar modal sangat krusial mengingat fase industrialisasi antariksa selanjutnya membutuhkan pendanaan awal yang sangat besar. Kebutuhan modal tersebut mencakup pembangunan pabrik satelit, infrastruktur Bulan, platform data orbital, hingga sistem komunikasi nirkabel yang tangguh. Perusahaan yang mampu memadukan keunggulan teknis dengan kepercayaan pasar modal diyakini akan mendominasi peta persaingan ekonomi baru ini.