Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina pada Jumat, 26 Juni 2026, pukul 18.34.42 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 5,40° Lintang Utara dan 125,23° Bujur Timur, tepatnya di perairan sekitar 200 kilometer barat laut Kota Tahuna, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 31 kilometer.
Berdasarkan hasil analisis lebih lanjut, BMKG memperbarui parameter gempa dengan magnitudo terkoreksi menjadi M6,5. Gempa ini diklasifikasikan sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Laut Filipina. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa pergerakan gempa bersifat geser atau strike-slip.
Meskipun berpusat di wilayah Filipina, guncangan gempa dirasakan cukup signifikan di sejumlah kawasan di Sulawesi Utara. Tingkat guncangan tertinggi mencapai skala intensitas V MMI di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe. Sementara itu, intensitas IV MMI tercatat di Kendahe (Kepulauan Sangihe) dan Miangas (Kepulauan Talaud). Kota Tahuna, Melonguane, dan Ondong merasakan getaran pada skala III hingga IV MMI, sedangkan Kota Manado pada skala III MMI, dan Kota Airmadidi pada skala II hingga III MMI.
BMKG menegaskan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan yang telah dilakukan. Hingga berita ini dirilis, belum terdapat laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan yang masih berlangsung pasca gempa besar berkekuatan M7,7 yang mengguncang Mindanao pada 8 Juni 2026 pukul 06.37.42 WIB. Data monitoring BMKG hingga pukul 19.00 WIB pada 26 Juni 2026 mencatat sebanyak 577 kali aktivitas gempa susulan (aftershock), dengan kekuatan terbesar mencapai M6,7.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya, untuk tetap tenang serta mewaspadai kemungkinan gempa susulan lanjutan. Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan hanya merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG melalui kanal-kanal komunikasi terverifikasi, baik melalui media sosial, situs web resmi, maupun aplikasi mobile BMKG.