Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 27 Juni 2026, pukul 17.37.01 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, gempa memiliki magnitudo M5,5 dengan pusat gempa berada di laut pada koordinat 6,97 derajat Lintang Selatan dan 125,73 derajat Bujur Timur. Lokasinya berjarak sekitar 196 kilometer arah timur laut Alor dengan kedalaman 527 kilometer.

Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di wilayah Maluku Barat Daya dengan skala intensitas III MMI. Pada tingkat ini, getaran terasa nyata di dalam rumah, seolah-olah ada kendaraan berat atau truk yang melintas di sekitar bangunan.

BMKG menjelaskan, dengan memperhatikan posisi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut termasuk gempa bumi dalam. Peristiwa ini dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng Laut Banda.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pola pergerakan turun atau normal fault. Meski demikian, hasil pemodelan tsunami memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 17.55 WIB, pemantauan BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan aftershock yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

BMKG mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

Informasi resmi mengenai gempa bumi dapat dipantau melalui kanal BMKG yang telah terverifikasi, antara lain media sosial @infoBMKG, laman www.bmkg.go.id, inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi Mobile Apps InfoBMKG dan WRS-BMKG.