Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil mencegat dan menyita sebuah drone bawah laut milik militer Amerika Serikat. Perangkat canggih jenis Dive-LD tersebut dikabarkan terdeteksi oleh sistem pemantauan maritim Iran saat berada di dekat pintu masuk Selat Hormuz.
Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, menegaskan bahwa penemuan perangkat militer AS ini menjadi bukti nyata keandalan lapisan sistem pengawasan perairan Iran. Menurutnya, tidak ada teknologi canggih asing, termasuk milik Amerika Serikat, yang mampu meloloskan diri dari jangkauan pemantauan Teheran di koridor laut strategis tersebut. Sebagai penguat klaim, IRGC juga telah merilis dokumentasi foto perangkat yang disita.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur lalu lintas maritim paling vital di dunia yang menjadi urat nadi distribusi energi global. Karakter perairannya yang sempit membuat pengamanan wilayah ini menjadi prioritas utama strategi pertahanan Iran, sehingga aktivitas militer asing di kawasan tersebut selalu memicu perhatian ketat dan potensi eskalasi hubungan internasional.