Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kini tengah menggenjot partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah ini diambil setelah daerah tersebut berhasil melampaui target nasional sebesar 20 persen dengan capaian nyata menyentuh angka 22 persen pada tahun 2025 lalu.
Melihat tren positif tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menegaskan ambisi pemerintah daerah untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan hingga 100 persen pada tahun 2026. Meskipun pemerintah pusat mematok target 46 persen, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih untuk menetapkan standar yang lebih progresif demi menjamin kesehatan seluruh warga.
Vini menjelaskan bahwa urgensi dari program ini adalah melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sebelum gejala memburuk menjadi kunci krusial dalam menekan angka penyakit berat yang sering kali muncul tanpa disadari atau dikenal sebagai the silent killer.
Sebagai bentuk dukungan, Dinkes Jabar berkomitmen untuk memfasilitasi komunitas maupun kelompok masyarakat yang ingin melakukan pengecekan kesehatan secara kolektif. Selain itu, warga juga dapat mengakses layanan ini secara mandiri di Puskesmas terdekat tanpa dipungut biaya. Vini mengimbau masyarakat agar tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, mengingat pemeriksaan serupa secara mandiri di fasilitas komersial bisa memakan biaya hingga jutaan rupiah.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi instrumen deteksi, tetapi juga upaya preventif yang efektif untuk menekan angka kesakitan, tingkat mortalitas, serta beban biaya kesehatan masyarakat di Jawa Barat di masa depan.