Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk tetap fokus menjalankan amanah di kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini diambil meskipun namanya mencuat dan mendapat dukungan besar dari para muktamirin dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 di Jombang.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menjelaskan bahwa prioritas utama Nasaruddin saat ini adalah merealisasikan berbagai kebijakan keagamaan yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, Menag berkomitmen penuh dalam pembinaan umat serta peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di tanah air.

Keputusan Nasaruddin untuk mendahulukan tugas kementerian dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat legitimasi kebijakan keagamaan pemerintah. Keselarasan antara program Kementerian Agama dan visi nasional Presiden Prabowo diharapkan dapat memberikan arah yang jelas bagi stabilitas sosial dan kerukunan beragama.

Selain fokus pada program internal, Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Nasaruddin juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas). Kolaborasi lintas sektoral ini dianggap krusial untuk merawat toleransi yang menjadi fondasi pembangunan nasional.

Meskipun fokus pada birokrasi, kedekatan dan keterlibatan aktif Nasaruddin dalam NU tetap dipandang strategis. Posisi ini memungkinkannya menjembatani hubungan antara pemerintah dan ormas keagamaan terbesar di Indonesia tersebut, sekaligus memperkuat kredibilitasnya di mata publik.