Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar perhelatan budaya tahunan Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026 pada Sabtu (5/9/2026) malam. Ajang yang masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini bukan sekadar panggung hiburan rakyat, melainkan ruang strategis bagi para pekerja seni untuk merawat sekaligus mengeksplorasi potensi kesenian tradisional khas Madura.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya kontinuitas inovasi aransemen agar musik tong-tong tetap relevan di tengah pergeseran zaman. Menurutnya, pembaruan ritme, teknik tabuhan, serta variasi komposisi perlu terus ditumbuhkan untuk menarik minat generasi muda tanpa sedikit pun mengikis karakter dasar warisan leluhur tersebut.
Meski mendorong ekspresi kreatif yang dinamis, Fauzi mengingatkan para seniman agar senantiasa berpijak pada akar kebudayaan daerah. Musik tong-tong yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) ini harus dijaga kemurnian nilainya agar transformasi musik yang dilakukan tidak sampai merusak identitas asli daerah.
Pagelaran seni yang diinisiasi oleh Pemkab Sumenep bekerja sama dengan FKPPI Cabang 1327 Sumenep ini diikuti oleh 27 grup musik tong-tong terbaik yang mewakili empat kabupaten di Pulau Madura. Melalui kegiatan berkala ini, Pemkab Sumenep berharap kualitas pertunjukan musik tradisional Madura semakin meningkat dan mampu menembus panggung seni nasional yang lebih luas.