Purwakarta – Federasi Olahraga Domino Indonesia atau Orado semakin aktif memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga resmi kepada masyarakat, termasuk menargetkan pelajar sebagai calon atlet potensial. Upaya ini ditandai dengan peluncuran program "Orado Goes To School" di SMP-SMA Pasundan Purwakarta pada Kamis (25/6/2026).
Ketua Pengurus Provinsi Orado Jawa Barat, Ryan Dwinanda, menyambut baik inisiatif dari Pengurus Cabang Purwakarta ini. Ia menegaskan bahwa program ini menjadi yang pertama di tingkat Jawa Barat dan bisa menjadi contoh bagi pengcab lain. Ryan juga memaparkan bahwa Orado bertanggung jawab mengubah persepsi masyarakat yang selama ini menganggap domino hanya sebagai permainan gaple biasa.
"Kita sosialisasikan bahwa domino saat ini telah diakui oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan telah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)," jelas Ryan. Ia menambahkan bahwa kejuaraan domino di berbagai tingkatan kini semakin marak digelar, sehingga edukasi dan pencarian bakat menjadi sangat penting.
Sementara itu, Ketua Orado Pengcab Purwakarta, Muhamad Iqbal, menjelaskan esensi dari olahraga ini. Menurutnya, domino menuntut kecerdasan strategi, kerja sama tim, dan ketepatan pengambilan keputusan. Sosialisasi di sekolah tidak hanya berupa ceramah, tetapi juga disertai pertandingan eksebisi agar siswa dapat langsung merasakan dinamika permainan.
"Kami mendemonstrasikan perlengapan pertandingan, mulai dari meja, kartu domino batu, hingga aturan mainnya. Menjelaskan domino sambil memainkannya jauh lebih efektif," ujar Iqbal. Ia berharap keberadaan Orado di Purwakarta yang baru berjalan tiga bulan ini dapat terus berkembang dan melahirkan bibit atlet berbakat.
Dukungan penuh juga datang dari pihak sekolah. Kepala SMA Pasundan Purwakarta, Oma Muhammad Hatta, menyambut positif program ini. Ia melihat olahraga domino sebagai kegiatan yang mampu melatih kecerdasan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan cepat bagi para siswa.