Menjelang babak perempat final Piala Dunia 2026, Timnas Argentina kini bersiap menghadapi Swiss di Stadion Kansas City pada Minggu (12/7/2026). Meski diunggulkan, skuad asuhan pelatih Argentina tersebut dituntut untuk membenahi efektivitas serangan, terutama terkait eksekusi penalti yang belakangan menjadi masalah serius.
Sorotan tajam tertuju pada Lionel Messi setelah kegagalannya mencetak gol dari titik putih saat menghadapi Mesir di babak 16 besar. Kegagalan tersebut nyaris membawa bencana bagi Albiceleste sebelum akhirnya mereka mampu membalikkan kedudukan. Catatan tersebut menjadi kegagalan kedua Messi dalam turnamen ini setelah insiden serupa saat melawan Austria di fase grup.
Statistik menunjukkan bahwa Messi telah mencatatkan rekor kurang impresif dalam sejarah Piala Dunia, di mana ia gagal mengonversi empat dari delapan penalti sepanjang kariernya di ajang empat tahunan ini. Secara akumulatif, rasio keberhasilan penaltinya di level klub maupun internasional pun dipandang masih jauh dari kata sempurna.
Secara emosional, megabintang tersebut mengaku sangat tertekan dan merasa telah mengecewakan rekan setimnya akibat kegagalan krusial tersebut. Kini, muncul wacana di kalangan pengamat sepak bola mengenai perlunya menunjuk eksekutor baru bagi Argentina untuk menjaga langkah mereka tetap aman menuju babak semifinal dan partai puncak.