Pandangan umum yang kerap menempatkan olahraga sekadar sebagai pos pengeluaran atau beban anggaran dinilai perlu segera diubah. Tokoh nasional Erick Thohir menegaskan bahwa sektor olahraga sejatinya merupakan investasi jangka panjang yang memiliki dampak multiplier signifikan bagi pembangunan bangsa, baik dari aspek ekonomi maupun kualitas hidup masyarakat.

Dari dimensi ekonomi, Erick memaparkan bahwa setiap gelaran olahraga selalu memicu perputaran uang yang nyata di masyarakat. Mulai dari penjualan tiket masuk, aktivitas belanja makanan dan minuman, hingga transaksi pelaku usaha mikro yang terlibat di sekitar arena pertandingan. Seluruh aktivitas ekonomi ini pada akhirnya juga memberikan kontribusi balik kepada negara melalui sektor perpajakan.

Lebih dari sekadar stimulus ekonomi, investasi di sektor olahraga juga menjadi instrumen krusial untuk menjaga ketahanan kesehatan publik. Dengan bonus demografi Indonesia yang saat ini dihuni sekitar 125 juta penduduk berusia di bawah 30 tahun, membangun budaya olahraga sejak dini merupakan langkah preventif untuk menekan potensi pembengkakan biaya jaminan kesehatan nasional di masa depan.

Tidak kalah penting, olahraga memiliki kekuatan sosial untuk memperkokoh identitas dan martabat bangsa di mata dunia. Prestasi yang diraih para atlet di arena internasional hingga mampu mengibarkan bendera Merah Putih merupakan wujud kebanggaan nasional yang nilainya tidak dapat diukur secara materi. Oleh sebab itu, Erick mengajak semua pihak untuk melihat pembangunan olahraga dari perspektif investasi yang komprehensif demi masa depan Indonesia.