Broker multi-aset global, Vantage Markets, resmi memperluas jangkauan produk investasinya dengan meluncurkan Unitree Pre-IPO Contract for Difference (CFD). Instrumen dengan kode UNITREEUSD ini telah tersedia bagi klien yang memenuhi syarat mulai 10 Agustus 2026, guna merespons tingginya minat pasar terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) berbasis fisik dan robotika.
Produk derivatif dengan fasilitas daya ungkit (leverage) ini memungkinkan investor berspekulasi atas pergerakan harga referensi saham Unitree Robotics sebelum resmi melantai di bursa. Kendati demikian, instrumen CFD ini murni merupakan kontrak derivatif dan tidak memberikan hak kepemilikan saham, dividen, hak suara, maupun alokasi saham dalam penawaran umum perdana (IPO) Unitree yang sebenarnya.
Langkah strategis ini melengkapi portofolio CFD Pre-IPO Vantage sebelumnya yang telah mencakup raksasa teknologi AI seperti OpenAI dan Anthropic. Marc Despallieres, CEO Vantage Markets, menjelaskan bahwa dinamika pasar saat ini menunjukkan pergeseran minat investor yang kini melirik peluang di luar bursa efek konvensional, khususnya pada teknologi AI generasi baru (frontier AI) yang masih berstatus perusahaan tertutup.
Penawaran perdana saham Unitree sendiri di bursa STAR Market Shanghai mencatatkan antusiasme luar biasa dari investor domestik Tiongkok, dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lebih dari 8.000 kali lipat di segmen ritel. Namun, ketatnya regulasi investasi asing di pasar saham Tiongkok menyulitkan investor ritel internasional untuk berpartisipasi langsung, sehingga produk derivatif seperti CFD menjadi alternatif yang banyak diminati.
Terlepas dari besarnya potensi pertumbuhan sektor teknologi ini, pihak Vantage mengingatkan bahwa CFD merupakan instrumen keuangan kompleks dengan risiko kerugian yang tinggi akibat penggunaan leverage. Investor diimbau untuk memahami mekanisme pasar secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan transaksi.