PT Blue Bird Tbk (BIRD) terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar industri transportasi tanah air dengan memperluas ekspansi ke segmen non-taksi. Langkah strategis ini diambil guna menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus mengantisipasi ketatnya persaingan bisnis transportasi di era modern.

Berdasarkan laporan kinerja semester I-2026, emiten berkode saham BIRD ini berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 11,28 persen menjadi Rp2,97 triliun, naik dari Rp2,69 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meskipun demikian, laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami sedikit koreksi sebesar 4,44 persen menjadi Rp320,56 miliar dari sebelumnya Rp335,44 miliar.

Untuk menopang pertumbuhan jangka panjang, manajemen BIRD kian agresif menggarap lini bisnis non-taksi yang mencakup layanan shuttle, logistik, penyewaan kendaraan (rental), hingga armada bus. Diversifikasi ini terbukti memberikan kontribusi yang semakin signifikan terhadap keseluruhan kinerja keuangan perseroan.

Di samping itu, Blue Bird tidak mengabaikan lini bisnis utamanya. Perusahaan terus berinovasi di sektor taksi dengan meluncurkan layanan premium bertajuk BlueBird Prime demi mengamankan pangsa pasar kelas atas. Langkah taktis ini disinergikan dengan fokus operasional pada segmen wisatawan mancanegara, guna memanfaatkan momentum puncak kunjungan turis asing pada periode Juli-Agustus serta Desember.