Ratusan siswa sekolah dasar di Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mendapatkan edukasi interaktif mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Langkah preventif ini diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui sebuah program kerja bernama GESIT.
Program yang berlangsung secara bertahap pada 22, 23, dan 27 Juli ini menyasar 281 murid kelas I hingga VI di tiga sekolah, yakni SD Negeri 09 Bila, SD Negeri 10 Bila, dan SD Negeri 12 Bila yang berlokasi di Desa Botto. Program GESIT dirancang khusus untuk menanamkan kebiasaan merawat gigi sejak dini serta mencegah timbulnya karies gigi pada anak usia sekolah.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dipandu oleh Tita Journey Tumanan, mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Unhas. Rangkaian edukasi diawali dengan evaluasi awal (pretest) untuk mengukur pemahaman siswa. Setelah itu, para siswa diberikan materi mengenai cara menjaga kebersihan mulut, waktu menyikat gigi yang tepat, serta simulasi teknik menyikat gigi yang benar. Kegiatan kemudian diakhiri dengan praktik menyikat gigi bersama dan evaluasi akhir (posttest).
Tita Journey Tumanan menjelaskan bahwa pembiasaan menjaga kebersihan gigi pada usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan anak. Melalui program ini, ia berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari hingga mereka dewasa.
Apresiasi hangat datang dari pihak sekolah. Kepala SD Negeri 09 Bila, Hj. Nurhayati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran para mahasiswa KKN Unhas. Menurutnya, edukasi langsung seperti ini memberikan dampak nyata yang sangat positif bagi tumbuh kembang dan pembentukan karakter hidup bersih dan sehat para peserta didik sejak usia dini.
Program GESIT ini juga menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada poin kehidupan sehat dan sejahtera serta pendidikan berkualitas. Melalui literasi kesehatan yang ditanamkan sejak bangku sekolah dasar, diharapkan kualitas derajat kesehatan masyarakat di masa depan dapat terus meningkat secara optimal.