Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur penyediaan air bersih melalui pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional. Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dalam mendukung pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Jateng.
Ketua Komisi C DPRD Jateng, Bambang Hariyanto Baharuddin, menekankan pentingnya sinergi pengelolaan air bersih dengan sektor industri saat melakukan kunjungan kerja dan diskusi bersama jajaran direksi PT Air Bersih Jawa Timur di Surabaya. Ia menyoroti keberadaan Kawasan Industri Batang yang membutuhkan jaminan pasokan air bersih dalam volume besar. Menurutnya, kolaborasi yang tepat dengan dunia industri akan mendatangkan manfaat ganda, baik bagi masyarakat umum maupun kas daerah.
Senada dengan itu, Anggota Komisi C DPRD Jateng, Muhammad Afif, menggarisbawahi pentingnya perumusan skema kerja sama pemanfaatan aset daerah yang matang. Pihaknya ingin mempelajari lebih dalam mengenai pola investasi dan penempatan dana yang aman serta produktif dalam pengembangan infrastruktur SPAM agar memberikan imbal hasil yang optimal bagi pembangunan daerah.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Keuangan PT Air Bersih Jawa Timur (Perseroda), Tri Utoyo, memaparkan bahwa transformasi kelembagaan perusahaannya pada tahun 2019 menjadi perseroan daerah telah memberikan fleksibilitas bisnis yang lebih besar. Meski berorientasi pada profit, badan usaha milik Pemprov Jatim ini tetap mengedepankan fungsi sosial demi memenuhi hak dasar masyarakat atas air bersih melalui berbagai skema kerja sama.
Tri menambahkan, salah satu solusi mengatasi keterbatasan sumber daya PDAM setempat adalah dengan menyalurkan air curah dari SPAM regional langsung ke PDAM untuk didistribusikan ke konsumen. Contoh sukses yang dipaparkan adalah SPAM Regional Umbulan berkapasitas 4.000 liter per detik yang mencakup lima wilayah kabupaten/kota, serta SPAM Mojolagres yang dikhususkan untuk mengatasi krisis air di wilayah rawan kekeringan.
Studi banding ini diharapkan dapat menjadi cetak biru bagi DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam merumuskan regulasi dan sistem pembiayaan SPAM regional yang mandiri. Komisi C Jateng bertekad mengadopsi pola kemitraan yang sukses di Jawa Timur demi mewujudkan pelayanan air bersih yang merata dan berkelanjutan.