Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) menegaskan komitmennya dalam upaya penanggulangan krisis kesehatan dengan turut serta dalam Rapat Koordinasi Subklaster Kesehatan Reproduksi yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pertemuan strategis ini digelar secara hybrid oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga di bawah naungan Direktorat Jenderal Kesehatan Premier dan Komunitas Kemenkes RI.

Agenda utama rakor tersebut berfokus pada penyusunan langkah-langkah cepat, tepat, dan terintegrasi untuk melindungi kelompok rentan, khususnya ibu dan anak, ketika terjadi bencana maupun situasi darurat kesehatan. Pertemuan ini menjadi wahana penting bagi berbagai pemangku kepentingan untuk menyelaraskan strategi penanganan kesehatan reproduksi di tengah kondisi krisis.

DPP PPNI secara khusus menugaskan sejumlah delegasi dan pakar keperawatan untuk mengikuti rakor ini, baik secara luring maupun daring. Hadir secara langsung di antaranya Sekretaris III DPP PPNI Irna Nursanti, serta Atik Hodikoh dan Nurhayati yang merupakan pengurus IPEMI dan IPANI Pusat. Kehadiran mereka mencerminkan keseriusan organisasi profesi perawat dalam mengambil peran aktif pada isu kesehatan reproduksi di masa darurat.

Sebagai organisasi profesi yang berada di garda terdepan pelayanan kesehatan, DPP PPNI menyampaikan beberapa usulan strategis dalam forum tersebut. Di antaranya adalah peningkatan kapasitas tenaga perawat di daerah-daerah rawan bencana, pengintegrasian protokol pelayanan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh, serta penyediaan logistik kesehatan berupa kit khusus yang dapat digunakan dalam situasi darurat.

Keterlibatan aktif DPP PPNI dalam rakor ini menunjukkan bahwa perawat tidak hanya berperan sebagai pelaksana layanan kesehatan, tetapi juga turut berkontribusi dalam perumusan kebijakan strategis. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan nasional dalam menjamin perlindungan kesehatan reproduksi bagi kelompok rentan saat menghadapi berbagai situasi krisis di masa mendatang.