CILACAP – Menghadapi disrupsi teknologi dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), generasi muda kini diarahkan untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan pencipta lapangan usaha baru. Hal ini mengemuka dalam seminar bertajuk "Mengenal Bisnis Digital: Peluang Karier dan Usaha Generasi AI" yang digelar di MA El-Bayan Cilacap sebagai bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru.
Menghadirkan Eko Sutrisno, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Komputama (UNIKMA) Cilacap sebagai pemateri, seminar ini menekankan bahwa keterbatasan modal bukan lagi penghalang untuk mulai berwirausaha. Menurut Eko, era digital membuka ruang lebar bagi para siswa Madrasah Aliyah untuk merintis bisnis mandiri secara kreatif sejak dini.
Salah satu strategi praktis yang ditawarkan adalah pengembangan produk digital. Keunggulan model bisnis ini terletak pada efisiensi operasionalnya, di mana produk cukup dibuat satu kali namun dapat dipasarkan secara terus-menerus tanpa memerlukan biaya produksi berulang. Siswa dapat memanfaatkan media sosial populer seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp sebagai media pemasaran tanpa terkendala kepemilikan toko fisik.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga diperkenalkan pada berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu mempercepat proses kreasi konten dan produk. Kendati demikian, Eko mengingatkan bahwa AI hanyalah alat bantu. Kunci keberhasilan tetap berada pada kreativitas personal dan konsistensi dalam mengejar target yang telah direncanakan secara tertulis.
Melalui pembekalan ini, MA El-Bayan berharap para siswa baru tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga memiliki kepekaan wirausaha, kreativitas tinggi, serta kecakapan digital yang adaptif terhadap dinamika perkembangan zaman.