Pemerintah Vietnam secara resmi memperkenalkan kebijakan baru melalui Keputusan Nomor 179 (Dekret 179) untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia di bidang sains dasar, teknik, dan teknologi strategis. Kebijakan ini menyasar mahasiswa baru yang mendaftar mulai tahun 2025, dengan penyaluran beasiswa yang dijadwalkan berjalan efektif pada 1 September 2026.

Langkah strategis ini diambil seiring dengan melonjaknya permintaan global akan tenaga kerja terampil di sektor kecerdasan buatan (AI), analisis data, semikonduktor, otomatisasi, dan teknologi digital. Selain memberikan bantuan finansial bagi mahasiswa, kebijakan ini menjadi komitmen nyata pemerintah dalam memetakan arah pengembangan industri teknologi masa depan.

Merespons kebijakan baru tersebut, institusi pendidikan seperti Universitas Thanh Do di Hanoi bergerak cepat menyelaraskan kurikulum mereka dengan tuntutan industri. Kampus ini fokus merancang program pelatihan praktis yang menghubungkan mahasiswa langsung dengan ekosistem bisnis global dan tren teknologi termutakhir.

Pada jurusan Teknologi Informasi, misalnya, mahasiswa diarahkan untuk menguasai AI dan ilmu data yang sangat dibutuhkan dalam ekonomi digital saat ini. Sementara itu, program studi Teknik Elektro dan Elektronika difokuskan pada teknologi semikonduktor guna mempersiapkan lulusan mengisi rantai pasok teknologi tinggi, mengingat Vietnam kini menjadi salah satu basis investasi utama bagi raksasa teknologi dunia.

Pendekatan pendidikan ini tidak hanya mengedepankan teori akademik, melainkan juga pengembangan keterampilan praktis melalui keterlibatan dalam proyek riset, magang industri, dan kompetisi ilmiah seperti Thado Techfest. Melalui kolaborasi erat antara kebijakan progresif pemerintah dan kesiapan sektor akademis, para mahasiswa disiapkan untuk memiliki fondasi kuat untuk bersaing di panggung digital global.