Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, secara resmi mengajak pelaku usaha korporasi untuk mengadopsi konsep Corporate Business Responsibility (CBR) sebagai instrumen strategis dalam menumbuhkan ekosistem kewirausahaan nasional. Gagasan ini disampaikan Maman di sela-sela peluncuran Diplomat Success Challenge (DSC) Season 17 di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Menurut Maman, pendekatan CBR dirancang untuk melampaui batasan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dinilai kurang efektif dalam mencetak pengusaha baru. Ia menegaskan bahwa peran aktif dunia usaha sangat vital untuk meningkatkan rasio wirausaha Indonesia yang saat ini masih tertinggal dibandingkan negara tetangga.
Data menunjukkan rasio wirausaha mapan di Indonesia per Februari 2026 berada di angka 3,43 persen, jauh di bawah Singapura yang mencapai 8,76 persen serta Malaysia di angka 4,74 persen. Sementara itu, setiap tahun Indonesia menghadapi tantangan penyerapan tenaga kerja dengan masuknya 2,9 juta angkatan kerja baru ke pasar.
Maman mencontohkan inisiatif Wismilak Group melalui program DSC sebagai model yang selaras dengan konsep CBR. Dalam gelaran tahun ini, DSC memperkenalkan Founders' Arena yang berfokus pada kolaborasi inklusif dengan dukungan dana hibah sebesar Rp2,5 miliar bagi para wirausahawan terpilih.
Pemerintah berharap agar korporasi besar lainnya segera menduplikasi semangat ini. Harapannya, terciptanya ekosistem pendampingan yang tepat akan melahirkan lebih banyak founder inovatif yang mampu memberikan solusi ekonomi sekaligus menjadi penyerap tenaga kerja yang tangguh bagi masa depan bangsa.