Hubungan antara aktivitas fisik dan ketahanan tubuh masyarakat kembali menjadi fokus perhatian. Guna meningkatkan kesadaran akan kesehatan fisik, mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan Puskesmas Gatak dan Pemerintah Desa Sraten menggelar program pemeriksaan kesehatan serta tes kebugaran jasmani gratis di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Program pengabdian masyarakat ini diikuti dengan antusias oleh 85 warga dalam rentang usia produktif, yakni 20 hingga 50 tahun. Evaluasi kebugaran difokuskan pada penggunaan metode Rockport, sebuah skema sederhana namun efektif untuk mengukur kapasitas kardiorespirasi atau kesehatan jantung dan paru-paru seseorang melalui aktivitas jalan cepat atau lari santai sepanjang 1,6 kilometer.
Sebelum memulai evaluasi fisik tersebut, seluruh peserta wajib menjalani skrining kesehatan awal guna memastikan keamanan mereka selama beraktivitas. Pemeriksaan medis awal ini mencakup pengukuran tekanan darah, frekuensi denyut nadi, antropometri (tinggi dan berat badan), serta pemeriksaan kadar gula darah sewaktu.
Dosen pendamping kegiatan, Farid Rahman, menjelaskan bahwa waktu tempuh setiap peserta saat menyelesaikan lintasan diukur secara presisi. Segera setelah menyentuh garis finis, denyut nadi peserta kembali diperiksa untuk melengkapi komponen penilaian kebugaran berdasarkan formula metode Rockport yang memperhitungkan faktor usia dan jenis kelamin.
Berdasarkan hasil evaluasi tim pelaksana, mayoritas peserta berada pada kategori kebugaran cukup hingga baik. Kendati demikian, tim masih menemukan sejumlah warga dengan tingkat kebugaran yang rendah. Bagi kelompok ini, disarankan untuk mulai melakukan olahraga secara teratur dan memperbaiki pola hidup sehari-hari demi menekan risiko penyakit kronis.
Respon positif pun mengalir dari masyarakat setempat. Salah seorang peserta, Terin (24), mengungkapkan bahwa pengecekan ini sangat membantu dirinya untuk lebih memahami kondisi fisik personal secara riil. Senada dengan hal tersebut, Rizky (35) mengapresiasi inisiatif ini dan berharap program promotif-preventif serupa dapat diselenggarakan secara berkala demi menjaga produktivitas warga.