Akhir pekan menjadi waktu yang ditunggu banyak warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk sejenak keluar dari rutinitas. Salah satu aktivitas yang kembali ramai terlihat adalah memancing di sejumlah perairan, mulai dari Sungai Mentaya, parit, hingga kanal di kawasan perkebunan sawit.
Sejak pagi hingga menjelang sore, beberapa titik perairan tampak didatangi warga yang membawa alat pancing. Aktivitas ini tidak hanya diminati orang dewasa, tetapi juga remaja hingga anak-anak yang datang bersama keluarga maupun teman.
Bagi masyarakat setempat, memancing bukan semata mengejar hasil tangkapan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk rekreasi sederhana yang murah, mudah dijangkau, dan mampu menghadirkan suasana santai setelah menjalani kesibukan selama sepekan.
Sungai Mentaya masih menjadi lokasi yang banyak dipilih para penghobi pancing. Sungai yang membelah Kota Sampit itu dikenal menyimpan beragam ikan air tawar khas Kalimantan, seperti baung, lais, saluang, serta udang air tawar.
Selain Sungai Mentaya, parit dan kanal di sekitar perkebunan sawit juga menjadi tujuan warga. Di lokasi-lokasi tersebut, pemancing biasanya mencari ikan gabus, lele, dan kapar yang masih banyak ditemukan di perairan setempat.
Seorang warga Sampit, Wildan, mengatakan dirinya kerap mengisi hari libur dengan memancing bersama teman-temannya. Menurut dia, Sungai Mentaya dan kawasan kanal perkebunan menjadi dua lokasi yang paling sering dituju.
"Kalau hari libur biasanya saya bersama teman-teman mancing ke Sungai Mentaya. Kadang juga ke kebun sawit. Selain buat hiburan, kalau beruntung bisa bawa pulang ikan untuk dimasak di rumah," ujarnya, Minggu (28/6).
Wildan menyebut hasil tangkapan bukan tujuan utama. Ia justru menikmati proses menunggu umpan disambar ikan, suasana alam di sekitar sungai, serta kebersamaan dengan rekan-rekannya.
"Hasil tangkapan itu bonus. Yang paling penting bisa menikmati suasana sungai dan berkumpul dengan teman-teman. Apalagi kalau sudah strike atau disambar ikan, sensasinya tidak ada yang bisa menggantikan," katanya.
Ia berharap kelestarian lingkungan perairan di Kotim tetap dijaga. Menurutnya, kebersihan sungai dan kanal berpengaruh besar terhadap keberlangsungan populasi ikan air tawar yang menjadi daya tarik bagi para pemancing.
"Semoga lingkungan masih bisa dijaga supaya ikan tetap banyak dan para pemancing juga tetap bisa menikmati hobi ini," tambahnya.
Ramainya aktivitas memancing setiap akhir pekan menunjukkan bahwa hiburan berbasis alam masih menjadi pilihan masyarakat Kotim. Selain ekonomis, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial karena banyak warga datang berkelompok bersama keluarga atau sahabat.
Dengan menjaga kebersihan perairan dan menghindari cara penangkapan ikan yang merusak, masyarakat berharap Sungai Mentaya serta perairan lainnya di Kotim tetap lestari sebagai habitat ikan air tawar sekaligus ruang rekreasi bagi warga.