Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menegaskan komitmennya sebagai Kampus Digital Bisnis dengan menyelenggarakan workshop intensif bertajuk “Pelatihan Bisnis Model dan Perencanaan Bisnis”. Kegiatan yang diinisiasi oleh Nusa Mandiri Startup Center (NSC) dan Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) ini berlangsung di Kampus Margonda, Depok, bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar berani beralih dari sekadar penonton menjadi pelaku ekonomi kreatif.

Erlan Bahtiar, CEO Global Mandiri Computer & Consulting yang hadir sebagai narasumber, menekankan bahwa kunci utama dalam merintis bisnis bukan terletak pada ide yang muluk, melainkan pada kepekaan membaca kebutuhan pasar. Menurutnya, sebuah startup yang sukses harus mampu memosisikan diri sebagai penyedia solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Erlan membedah tujuh langkah fundamental bagi calon pengusaha muda, mulai dari tahap identifikasi masalah, pemetaan model bisnis melalui Business Model Canvas, hingga pentingnya melakukan validasi ide sebelum melakukan investasi besar. Ia menegaskan bahwa tindakan nyata atau 'go action' dalam skala kecil jauh lebih bernilai sebagai proses pembelajaran dibandingkan hanya merancang rencana di atas kertas.

Kepala NSC dan NEC, Fitra Septia Nugraha, M.Kom., menambahkan bahwa dukungan kampus tidak berhenti pada pelatihan saja. Mahasiswa mendapatkan pendampingan berkelanjutan yang meliputi mentoring, pengembangan produk minimum (MVP), hingga akses ke jaringan kompetisi dan pendanaan nasional. Program ini dirancang agar para lulusan UNM tidak hanya terampil di dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru di ekosistem digital Indonesia.