Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong penguatan ekosistem olahraga nasional secara menyeluruh. Langkah ini dinilai tidak hanya meningkatkan prestasi atlet, tetapi juga menjadi instrumen investasi strategis untuk memutar roda perekonomian dan menjaga derajat kesehatan masyarakat.

Saat menghadiri Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Erick menjelaskan bahwa paradigma terhadap penyelenggaraan ajang olahraga kini telah bergeser. Menurutnya, kompetisi maupun hiburan berbasis olahraga (sportainment) tidak lagi dipandang sebagai pemborosan anggaran, melainkan sebuah investasi jangka panjang yang produktif.

Erick merinci bagaimana sebuah turnamen olahraga mampu menghidupkan pelaku usaha lokal. Aktivitas ekonomi langsung tercipta mulai dari penjualan tiket masuk, perputaran transaksi kuliner di sekitar arena, hingga kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui sektor pajak.

Di sisi lain, pembudayaan olahraga memiliki korelasi erat dengan kesiapan menghadapi bonus demografi Indonesia, di mana terdapat sekitar 125 juta penduduk berusia di bawah 30 tahun. Erick mengingatkan bahwa investasi kesehatan sejak dini melalui aktivitas fisik sangat krusial guna menekan beban biaya pengobatan negara di masa mendatang saat kelompok usia produktif ini menua.

Lebih dari sekadar nilai ekonomi dan kesehatan fisik, kemajuan olahraga diyakini mampu melahirkan talenta baru yang siap mengharumkan nama bangsa di kancah global. Menpora pun mengapresiasi kolaborasi solid antara Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta berbagai komunitas lokal yang terus berkomitmen memajukan pembinaan olahraga dari tingkat daerah hingga nasional.