Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat langkah digitalisasi di sektor manufaktur nasional untuk menghadapi dinamika ekonomi global. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah memfasilitasi program Proof of Concept (PoC) teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) pada industri farmasi, yang merupakan salah satu sektor prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa transformasi digital di sektor kimia dan farmasi kini menjadi keharusan, bukan lagi sekadar pilihan. Menurutnya, adopsi teknologi canggih seperti AI sangat krusial dalam mendongkrak efisiensi operasional dan daya saing industri di kancah global.

Fasilitasi ini dijalankan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0). Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menguji kelayakan solusi digital dalam kondisi operasional nyata sebelum diterapkan dalam skala yang lebih masif.

Sepanjang April hingga Juni 2026, program PoC ini menguji System Invariant Analytics Technology (SIAT), sebuah sistem pemeliharaan prediktif (predictive maintenance) berbasis AI yang dikembangkan oleh PT NEC Indonesia bersama mitra lokal Bogor Technology. Sistem tersebut diuji langsung pada fasilitas produksi PT Kalbe Farma Tbk guna memantau kondisi mesin secara real-time.

Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan machine learning, teknologi SIAT mampu mendeteksi potensi kerusakan mesin lebih awal. Hal ini memungkinkan perusahaan meminimalkan risiko waktu henti produksi (downtime), mengoptimalkan biaya perawatan, serta mendukung proses pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat.

Uji coba kolaboratif ini mencatatkan hasil memuaskan dengan meraih skor kepuasan 8 dari 10 dari pihak PT Kalbe Farma Tbk. Dari tiga target utama yang dicanangkan, dua di antaranya berhasil terpenuhi sepenuhnya, menandakan teknologi ini siap untuk diimplementasikan ke cakupan industri yang lebih luas.

Presiden Direktur PT NEC Indonesia, Akifumi Katano, menyambut baik pencapaian ini sebagai tonggak penting bagi inovasi digital di Indonesia. Senada dengan hal tersebut, Engineering Group Head PT Kalbe Farma Tbk, Ronald Effendi, mengapresiasi keandalan sistem SIAT dalam mengintegrasikan data yang dinilai mampu mendongkrak daya saing perusahaan di pasar farmasi nasional.