Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat resmi memperkenalkan konsep Sports Intelligence sebagai landasan baru dalam memajukan ekosistem olahraga nasional. Langkah strategis ini diresmikan melalui peluncuran buku panduan bertajuk serupa yang berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Selasa (7/7/2026).
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menegaskan bahwa pola pembinaan atlet saat ini harus bergeser dari metode konvensional menuju pendekatan berbasis data dan teknologi. Ia menekankan bahwa di era modern, keberhasilan prestasi tidak lagi hanya bergantung pada fisik semata, melainkan pada kemampuan menganalisis informasi strategis, kecerdasan artifisial, dan pengolahan big data untuk memenangkan persaingan.
Buku Sports Intelligence yang disusun oleh tim pakar terdiri dari Eman Sungkowo, Syarif Hidayat, Jerry Indrawan, dan Irandito Abdul Hakim Malik ini menyajikan cetak biru mengenai pengelolaan data serta strategi pembinaan atlet yang komprehensif. Melalui sistem ini, pelatih dan atlet diharapkan mampu membaca peta kekuatan lawan secara lebih presisi, sehingga pengambilan keputusan di lapangan menjadi lebih akurat.
Dalam kesempatan yang sama, KONI Pusat turut menjalin kolaborasi strategis dengan UNESA melalui penandatanganan nota kesepahaman. Sinergi antara akademisi dan praktisi olahraga ini dinilai krusial untuk memastikan riset ilmu keolahragaan dapat langsung diimplementasikan dalam program pelatihan di berbagai cabang olahraga.
Acara peluncuran tersebut diakhiri dengan Deklarasi Sports Intelligence Indonesia sebagai wujud komitmen bersama para pemangku kepentingan untuk membawa olahraga tanah air ke level internasional. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi akselerator bagi peningkatan prestasi Indonesia melalui kebijakan yang terukur dan berbasis bukti ilmiah.