Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) secara resmi memberangkatkan sebanyak 52 pelaku usaha dari berbagai wilayah di Indonesia dalam program perjalanan bisnis ke luar negeri. Rombongan tersebut kini telah tiba di Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, yang dikenal luas sebagai salah satu pusat perdagangan grosir terbesar di dunia.
Program strategis ini dirancang untuk membuka akses bagi para wirausahawan domestik agar dapat berinteraksi langsung dengan rantai pasok global, menjajaki kemitraan baru, serta melakukan alih teknologi. Inisiasi perjalanan bisnis ini sejatinya telah digagas sejak awal tahun 2026 melalui forum silaturahmi anggota SUMU di Yogyakarta.
Sekretaris Jenderal SUMU, Ghufron Mustaqim, menjelaskan bahwa kunjungan ini tidak sekadar berfokus pada aktivitas dagang, melainkan juga sebagai sarana studi banding yang bernilai strategis. Menurutnya, pemahaman mengenai taktik Tiongkok dalam membangun ekonominya pasca-Perang Dunia II sangat penting untuk diadaptasi oleh pelaku usaha lokal demi bersaing di kancah internasional.
Para peserta diharapkan mampu membawa pulang inovasi dan strategi baru yang dapat langsung diterapkan dalam lini bisnis masing-masing di tanah air. Hal ini mencakup peningkatan efisiensi produksi, digitalisasi pemasaran, serta penguatan jaringan distribusi untuk meningkatkan daya saing sektor UMKM nasional.
Agenda bisnis internasional ini juga didampingi langsung oleh perwakilan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, seperti Sekretaris Lembaga Pengembangan UMKM PP Muhammadiyah, Dr. Jaenudin, dan Wakil Ketua Umum Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah, Dr. Mukhaer. Kehadiran mereka mempertegas komitmen organisasi dalam mengakselerasi kualitas sumber daya manusia dan memajukan perekonomian umat melalui kolaborasi global.