Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Medan berpartisipasi dalam program "UMKM Digital Finance Tour - Medan Edition" di Hotel Aryaduta Medan. Kegiatan edukasi ini diselenggarakan untuk mendorong para pelaku usaha lokal agar memperkuat tata kelola bisnis serta manajemen keuangan mereka melalui adopsi teknologi digital.
Dalam lokakarya tersebut, para peserta diperkenalkan dengan platform "UMKM Pintar", sebuah aplikasi yang lahir dari kolaborasi antara PT Bank SeaBank Indonesia (SeaBank), Women’s World Banking, dan Platform Usaha Sosial (PLUS). Platform gratis ini dilengkapi dengan berbagai fitur praktis untuk menyederhanakan perhitungan bisnis, termasuk kalkulator Harga Pokok Penjualan (HPP) dan simulasi pinjaman modal.
Miftah Fatimah Salena Nasution, seorang pengusaha sambal lokal yang menjadi peserta, mengutarakan bahwa manajemen arus kas selama ini menjadi tantangan terbesarnya. Pola bisnis yang dinamis dari bazar ke bazar membuat pencatatan laba bersih usahanya sering terabaikan. Menurut Miftah, kehadiran kalkulator HPP sangat membantu, khususnya bagi wirausaha perempuan yang sibuk, karena cara penggunaannya yang mudah dan ramah pengguna.
Hal senada disampaikan oleh Eni, pelaku usaha makanan beku, yang mengapresiasi fitur pencatatan dan kalkulasi otomatis tersebut. Baginya, transisi dari pembukuan manual ke digital mencegah hilangnya data penting sekaligus memberikan kejelasan mengenai margin keuntungan usaha. Fitur simulasi pinjaman juga membantunya mengukur kelayakan finansial sebelum mengajukan tambahan modal usaha.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memfasilitasi transaksi keuangan, tetapi juga memperluas edukasi manajerial. Platform UMKM Pintar sengaja dirancang terbuka untuk nasabah maupun non-nasabah agar manfaat digitalisasi ini dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha di berbagai daerah, sekaligus membantu mereka mengambil keputusan bisnis yang lebih terarah.