Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Doni Akbar, mengingatkan PT Pos Indonesia agar tidak tertinggal dalam persaingan bisnis logistik yang semakin kompetitif. Ia menyarankan perusahaan milik negara ini harus segera dan agresif melakukan transformasi digital serta integrasi seluruh layanannya.

Untuk tetap relevan dan memenangkan persaingan, PT Pos Indonesia didorong memperkuat segmen logistik dan marketplace-nya. Utilisasi jaringan dan aset nasional yang saat ini masih terfragmentasi perlu disatukan dalam satu manajemen yang efisien.

Doni menilai keberhasilan PT Pos Indonesia di masa depan sangat bergantung pada kemampuan tata kelolanya mengonversi jaringan fisik yang masif menjadi sebuah ekosistem logistik digital yang tangguh. Keunggulan berupa sarana dan prasarana yang dimiliki harus dioptimalkan untuk bersaing head-to-head dengan pelaku usaha swasta yang inovatif.

Ia menegaskan, PT Pos Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan sejarah panjang atau aset yang dimiliki tanpa melakukan lompatan besar dalam tata kelola. Transformasi digital harus diwujudkan dalam roadmap yang benar-benar dapat diimplementasikan, bukan sekadar menjadi jargon.

Tujuan utamanya adalah agar PT Pos Indonesia mampu menurunkan biaya logistik nasional secara nyata. Efektivitas perusahaan dapat diukur dari dua indikator: kecepatan mengonsolidasi layanan untuk masyarakat dan ketangguhannya berdiri mandiri di tengah pasar yang kompetitif.

Oleh karena itu, PT Pos Indonesia harus memfokuskan diri pada core business logistik sebagai motor utama pertumbuhan. Hal ini mencakup penguatan kapasitas operasional, integrasi teknologi digital, modernisasi infrastruktur, serta peningkatan kualitas layanan.

Doni juga menyarankan agar PT Pos Indonesia mampu meningkatkan kemitraan strategis dengan sektor privat dan membangun sinergi antar BUMN. Kolaborasi dengan pemerintah dan BUMN lain menjadi kunci agar perusahaan tidak tergilas oleh efisiensi modal dan transformasi yang dilakukan pelaku swasta.