Pemerintah Kota Batam menaruh harapan besar pada gelaran kejuaraan basket internasional FIBA 3x3 Women’s Series dan FIBA 3x3 Challenger Batam 2026. Turnamen bergengsi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak baru bagi sektor pariwisata olahraga (sport tourism) sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengimbau masyarakat untuk beramai-ramai memadati arena pertandingan di Dataran Engku Putri, Batam Centre. Dukungan langsung dari warga dinilai penting untuk menyemangati para atlet dunia yang bertanding sekaligus menunjukkan reputasi Batam sebagai tuan rumah yang ramah.
Menurut Amsakar, terpilihnya Batam sebagai lokasi kompetisi kelas dunia ini merupakan peluang emas untuk memperkuat posisi kota di kancah internasional. Ia menegaskan bahwa kesuksesan acara tidak hanya diukur dari aspek teknis pertandingan, melainkan juga dari kualitas pelayanan serta kenyamanan yang dirasakan oleh para delegasi asing.
Sinergi antara Pemkot Batam dan BP Batam terus dimaksimalkan untuk menjamin kesiapan seluruh sarana pendukung, mulai dari arena laga hingga fasilitas akomodasi. Amsakar juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pengurus Provinsi Perbasi Kepulauan Riau atas kerja keras mereka dalam mempersiapkan ajang olahraga prestisius ini.
Dari sisi ekonomi, perputaran uang selama turnamen diproyeksikan memberikan dampak berganda (multiplier effect). Kehadiran ratusan atlet, ofisial, dan penonton dari luar negeri dipastikan akan menggairahkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Ketua Panitia Pelaksana (LOC), Suhadi, mengonfirmasi bahwa seluruh persiapan infrastruktur di Dataran Engku Putri telah rampung dan siap digunakan untuk sesi latihan resmi. Turnamen ini berlangsung dalam dua sesi, yakni kategori putri pada 23–24 Juli 2026, disusul kategori putra pada 25–26 Juli 2026, dengan diikuti oleh 32 tim tangguh dari 21 negara.