Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Alphabet, berhasil menduduki posisi puncak sebagai perusahaan paling menguntungkan di dunia pada tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru Forbes Global 2000 yang dirilis Mei 2026, induk usaha Google ini membukukan laba tahunan fantastis sebesar US$160,2 miliar atau setara dengan Rp2.861 triliun.

Dominasi sektor teknologi terlihat sangat mencolok dalam daftar kali ini, di mana posisi empat besar seluruhnya dikuasai oleh korporasi teknologi global. Mengekor di posisi kedua, Microsoft mencatatkan laba bersih sebesar US$125,2 miliar (sekitar Rp2.236 triliun), disusul oleh Apple dengan laba US$122,6 miliar, dan raksasa chip NVIDIA yang meraup keuntungan senilai US$120,1 miliar.

Melesatnya profitabilitas emiten teknologi ini didorong kuat oleh ekspansi masif di bidang kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, industri semikonduktor, hingga bisnis periklanan digital. Investasi skala besar pada infrastruktur kecerdasan buatan turut memberikan keuntungan berantai bagi produsen cip dan komponen memori seperti TSMC, Samsung, dan SK Hynix yang juga berhasil menembus peringkat 15 besar dunia.

Sementara itu, di luar dominasi industri teknologi, perusahaan minyak dan gas asal Arab Saudi, Saudi Aramco, menempati urutan kelima dengan perolehan laba mencapai US$99,3 miliar. Sektor jasa keuangan juga menunjukkan tajinya dengan menempatkan lima korporasi besar, yang dipimpin oleh perusahaan investasi Berkshire Hathaway milik Warren Buffett di posisi ketujuh dengan laba US$72,5 miliar, disusul raksasa perbankan JPMorgan Chase di peringkat kesepuluh.

Tiga institusi keuangan raksasa asal China turut memperkuat barisan sektor finansial global. Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) berada di posisi ke-13 dengan laba US$51,3 miliar, diikuti oleh China Construction Bank di peringkat ke-14 sebesar US$48,2 miliar, serta Agricultural Bank of China yang menutup daftar 15 besar dengan laba US$39,2 miliar.