Kebiasaan mandi setelah berolahraga di malam hari kerap menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang meyakini bahwa membasuh tubuh dalam kondisi masih panas pasca aktivitas fisik dapat memicu henti jantung secara tiba-tiba. Namun, seorang dokter dari RS Harapan Bunda memberikan klarifikasi ilmiah yang membantah anggapan tersebut.

Dokter Andi Sitti Tandina menjelaskan bahwa suhu tubuh yang meningkat setelah berolahraga memang menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Akan tetapi, menurutnya, dampak mandi dalam kondisi tersebut tidak menyasar langsung ke organ jantung. Pengaruh yang ditimbulkan lebih berkaitan dengan sistem metabolisme tubuh.

"Sebenarnya suhu tubuh kita kan pas lagi tinggi habis olahraga, terus kita mandi. Itu pengaruh ke metabolisme saja, tapi tidak langsung ke jantungnya," terang dr. Andi Sitti Tandina dalam program Morning Zone yang disiarkan melalui kanal YouTube Okezone.

Berdasarkan penjelasan tersebut, aktivitas mandi usai berolahraga sesungguhnya lebih terkait dengan proses adaptasi suhu dan metabolisme tubuh. Artinya, kebiasaan ini bukanlah pemicu langsung terjadinya henti jantung sebagaimana selama ini ditakutkan banyak orang.

Kendati menepis kaitan langsung dengan gangguan jantung, dr. Andi Sitti tetap mengimbau masyarakat untuk bersikap bijak. Ia menyarankan agar menghindari mandi pada waktu yang terlalu larut malam setelah melakukan aktivitas fisik berat. "Ya kalau bisa juga dihindari untuk mandi yang terlalu malam," pesannya.

Selain itu, para pakar kesehatan secara umum juga merekomendasikan agar tubuh diberi jeda untuk melakukan pendinginan atau cooling down terlebih dahulu sebelum mandi. Langkah ini dapat dilakukan dengan menunggu beberapa menit hingga detak jantung melambat dan suhu tubuh kembali ke kondisi normal secara alami.

Proses pendinginan bertahap ini dinilai penting guna membantu tubuh beradaptasi secara perlahan. Dengan demikian, keluhan seperti pusing, lemas, atau rasa tidak nyaman lainnya yang kerap muncul setelah aktivitas intens dapat diminimalisasi.