PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), produsen komponen otomotif terkemuka, optimistis memproyeksikan lonjakan laba bersih sebesar 46,18 persen untuk tahun buku 2026. Target agresif ini dipicu oleh keberhasilan strategi diversifikasi bisnis perseroan ke sektor non-otomotif yang mulai menunjukkan kontribusi signifikan sejak paruh kedua tahun 2025.

Target pertumbuhan untuk tahun 2026 tersebut melampaui pencapaian tahun buku 2025. Pada periode sebelumnya, emiten berkode saham PART ini membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 29,96 persen secara tahunan (year-on-year), dengan nilai mencapai Rp30,2 miliar. Dengan target baru sebesar 46,18 persen, laba bersih perseroan diproyeksikan akan terkerek naik hingga menyentuh angka Rp44,16 miliar pada akhir tahun 2026.

Direktur PART, Tjoeng Rino Saputra, menjelaskan bahwa langkah ekspansi portofolio usaha telah dimulai sejak semester II-2025. Perseroan kini aktif merambah fabrikasi berbagai jenis mesin dan peralatan non-otomotif, seperti alat-alat pertanian dan perlengkapan rumah tangga. Langkah taktis ini diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru yang melengkapi lini bisnis utama mereka.

Kendati tengah gencar melakukan diversifikasi, PART menegaskan tidak akan mengendurkan fokus pada bisnis utamanya di industri komponen otomotif. Sektor otomotif sendiri dinilai masih sangat prospektif dengan pertumbuhan stabil di kisaran 5 hingga 15 persen per tahun. Kehadiran lini usaha non-otomotif diposisikan sebagai mesin pertumbuhan komplementer yang memiliki potensi pasar lebih luas dan akselerasi pertumbuhan lebih cepat.

Manajemen memperkirakan kontribusi dari lini bisnis baru ini akan terus merangkak naik pada kuartal ketiga tahun ini dan mencapai puncaknya pada kuartal keempat. Jika target tersebut tercapai, laba per saham (EPS) PART diperkirakan terkerek ke level Rp15,49, yang akan memosisikan rasio harga saham terhadap laba (price to earnings ratio) pada kisaran 13 kali. Adapun struktur kepemilikan mayoritas PART saat ini dipegang oleh PT Cipta Investama Lancar dengan porsi kepemilikan sebesar 52,48 persen.