Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat peningkatan signifikan dalam kasus HIV/AIDS selama periode Januari hingga Mei 2026. Sebanyak 380 warga dilaporkan terkonfirmasi mengidap penyakit menular tersebut, yang terdiri dari 249 kasus HIV dan 131 kasus AIDS. Sayangnya, dari total temuan tersebut, 28 pasien dilaporkan telah meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, mengungkapkan bahwa Kota Palembang menjadi wilayah dengan beban kasus tertinggi, yakni mencapai 203 orang. Rinciannya, 133 orang terinfeksi HIV dan 70 lainnya telah mencapai stadium AIDS, dengan total 10 orang meninggal dunia di ibu kota provinsi tersebut.
Distribusi kasus lainnya tersebar di sejumlah daerah, seperti Lubuklinggau dengan 27 kasus, Musi Banyuasin (Muba) 25 kasus, serta OKU Timur, OKI, Muara Enim, Prabumulih, dan OKU yang masing-masing mencatat belasan kasus. Banyuasin mencatatkan 14 kasus, sementara daerah lainnya melaporkan temuan di bawah 10 orang. Pihak otoritas kesehatan mencatat bahwa faktor risiko tertinggi penularan kasus baru ini didominasi oleh perilaku lelaki seks dengan lelaki (LSL).
Data akumulatif menunjukkan bahwa sejak tahun 2011 hingga April 2026, total pengidap HIV/AIDS di Sumatera Selatan telah mencapai 8.188 orang. Rincian kumulatif ini mencakup 4.767 kasus HIV dan 3.425 kasus AIDS. Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan serta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat guna penanganan sedini mungkin.