Penanggulangan obesitas kini tidak lagi sekadar berpatokan pada penurunan angka di timbangan berat badan. Penanganan kondisi medis ini memerlukan pemahaman mendalam terhadap berbagai faktor pemicu yang mendasarinya agar langkah terapi yang diambil tepat sasaran dan aman bagi pasien.
Spesialis Gizi Klinis dari Rumah Sakit Brawijaya, dr. Prinindita Artiara Dewi, Sp.GK., mengungkapkan bahwa perubahan gaya hidup merupakan fondasi utama dalam mengatasi obesitas. Hal ini mencakup pengaturan pola makan harian, peningkatan aktivitas fisik, hingga penentuan target penurunan berat badan yang realistis dan terukur.
Menurut dr. Prinindita dalam sebuah diskusi kesehatan bersama BPOM baru-baru ini, obesitas memiliki sifat multifaktorial. Artinya, penumpukan lemak berlebih tidak bisa serta-merta dianggap hanya akibat konsumsi makanan berlebih. Terdapat faktor internal lain yang turut memicu kondisi tersebut, seperti efek samping konsumsi obat-obatan tertentu hingga gangguan hormon seperti hipotiroidisme dan sindrom Cushing.
Mengingat kompleksnya faktor penyebab tersebut, penanganan terhadap pasien obesitas tidak dapat disamaratakan. Diperlukan pendekatan medis yang terpersonalisasi serta melibatkan tim dokter lintas disiplin ilmu guna memastikan intervensi yang diberikan berjalan efektif dan aman demi kesehatan jangka panjang pasien.