Dalam upaya mempercepat transformasi digital di tanah air, penyedia perangkat lunak global Odoo memamerkan solusi manajemen bisnis terintegrasi pada ajang Digital Transformation Indonesia (DTI) 2026. Pameran teknologi bergengsi ini berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada Rabu dan Kamis, 5-6 Agustus 2026. Melalui platformnya, Odoo menawarkan berbagai modul instan yang dirancang untuk mendukung operasional bisnis secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Solusi yang ditawarkan mencakup modul-modul penting seperti keuangan, penjualan, rantai pasok (supply chain), pemasaran, pengelolaan situs web, hingga manajemen sumber daya manusia (HRM). Platform ini menyasar berbagai sektor industri potensial di Indonesia, mulai dari ritel, perhotelan, makanan dan minuman (F&B), pendidikan, manufaktur, logistik, hingga perdagangan elektronik (e-commerce).
Ausaa, Partnership Consultant Odoo, menjelaskan bahwa kekuatan utama platform ini terletak pada ekosistem kemitraan yang solid. Melalui program ini, para mitra tidak perlu membangun sistem perangkat lunak dari nol. Pendekatan ini terbukti mampu menghemat biaya dan waktu pengembangan produk secara signifikan bagi para klien maupun mitra pengembang.
Dari sisi finansial, mitra Odoo berkesempatan memperoleh pendapatan dari komisi lisensi pengguna serta jasa implementasi. Jasa implementasi sering kali menjadi sumber pendapatan terbesar karena membutuhkan penyesuaian (kustomisasi) mendalam yang disesuaikan dengan kebutuhan unik masing-masing perusahaan, seperti integrasi mesin pabrik atau sistem logistik impor yang kompleks.
Lebih lanjut, Odoo juga memberikan fleksibilitas penuh bagi para pengembang dengan membagikan akses kode sumber (source code) secara terbuka. Dengan demikian, para mitra pengembang dapat dengan bebas melakukan kustomisasi dan memodifikasi sistem demi memenuhi kebutuhan spesifik klien secara efisien. Langkah taktis ini diharapkan mampu mempercepat penetrasi teknologi informasi dan digitalisasi UMKM di Indonesia.