Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta merayakan setengah abad perjalanannya dengan cara yang bermakna bagi warga kota. Dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-50, kampus tersebut menghadirkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara langsung di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen institusi pendidikan tinggi dalam memberikan manfaat langsung kepada publik.

Acara yang dikemas lebih luas dibanding tahun-tahun sebelumnya ini merupakan hasil kolaborasi antara Panitia Dies Natalis ke-50, Rumah Sakit UNS, serta sejumlah unit kerja dan fakultas di lingkungan universitas. Mengusung tema besar "Lima Dasawarsa Berbakti kepada Negeri, Fondasi untuk Akselerasi Prestasi yang Berdampak dan Berkelanjutan", kegiatan ini dirancang agar masyarakat bisa merasakan langsung kontribusi akademik dan profesional dari berbagai disiplin ilmu yang dimiliki UNS.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., yang hadir didampingi Direktur RS UNS Prof. Dr. Pamudji Utomo, dr., Sp.OT(K)., Wakil Direktur Pelayanan RS UNS Dr. Coana Sukmagautama, dr., Sp.PD., M.Kes., FINASIM, serta Ketua Panitia Dies Natalis ke-50 Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Rektor juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Surakarta, seluruh panitia, jajaran direksi rumah sakit, sivitas akademika, dan berbagai pihak yang berkontribusi.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan senam bersama yang diikuti antusias oleh pengunjung CFD. Selanjutnya, warga dimanjakan dengan Talk Show Kesehatan bertajuk "Good Food, Good Mood" yang membahas pola makan sehat dan dampaknya terhadap kesejahteraan mental. Tidak hanya itu, layanan vaksinasi influenza secara cuma-cuma pun disediakan bagi masyarakat yang hadir, dilengkapi dengan kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter-dokter spesialis dari beragam bidang keahlian.

Yang membedakan kegiatan tahun ini dari edisi-edisi sebelumnya adalah cakupan layanan yang jauh lebih komprehensif. Jika sebelumnya pengabdian masyarakat UNS di CFD lebih terfokus pada aspek kesehatan, kali ini masyarakat juga dapat mengakses konsultasi hukum, konsultasi perpajakan, konsultasi terkait kendaraan listrik, serta konsultasi pengelolaan sampah dan limbah peternakan. Pendekatan lintas disiplin ini mencerminkan kekayaan kapasitas akademik yang dimiliki UNS.

"Kami ingin menghadirkan layanan yang lebih luas sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga bidang hukum, perpajakan, teknologi, hingga lingkungan," tegas Prof. Hartono. Menurutnya, seluruh layanan tersebut merupakan implementasi konkret dari ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan di lingkungan kampus.

UNS mengimbau warga Kota Surakarta dan para pengunjung CFD untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan memanfaatkan berbagai layanan gratis yang disediakan. Pihak universitas berharap kegiatan pengabdian semacam ini dapat terus diselenggarakan guna mempererat jalinan antara perguruan tinggi dan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan benar-benar berdampak nyata bagi kehidupan sehari-hari warga.