Lisa BLACKPINK kembali menarik perhatian publik setelah berbicara mengenai pengalaman patah hati dalam wawancara terbarunya. Pernyataan itu muncul di tengah beredarnya kabar bahwa hubungan asmara Lisa dengan Frédéric Arnault, pewaris grup bisnis mewah LVMH, telah berakhir.

Dalam wawancara sampul bersama Vanity Fair yang terbit pekan ini, Lisa mendapat pertanyaan apakah dirinya pernah menjadi pihak yang membuat orang lain patah hati. Penyanyi sekaligus aktris tersebut menjawab bahwa ia justru lebih sering berada di posisi sebaliknya.

"Saya justru yang sering mengalaminya. Rasanya saya sudah beberapa kali patah hati," ujar Lisa dalam wawancara tersebut.

Menurut laporan Vanity Fair, suasana wawancara sempat berubah ketika Lisa membahas topik itu. Ia disebut tampak emosional dan tidak melanjutkan penjelasannya, sehingga percakapan kemudian dialihkan ke pertanyaan lain.

Ucapan Lisa tersebut segera memunculkan spekulasi di kalangan penggemar mengenai kelanjutan hubungannya dengan Frédéric Arnault. Dalam laporan yang sama, Vanity Fair juga menyebut bahwa pasangan yang mulai dikaitkan sejak 2023 itu tampaknya sudah tidak lagi bersama.

Majalah tersebut turut mengungkap bahwa pihak pewawancara tidak diberi ruang untuk menanyakan secara langsung soal hubungan asmara maupun kehidupan pribadi Lisa. Hingga kini, baik Lisa maupun Frédéric belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor perpisahan tersebut.

Kabar retaknya hubungan keduanya sebenarnya telah beredar sejak Maret lalu. Saat itu, Frédéric tidak terlihat hadir dalam perayaan ulang tahun Lisa, yang kemudian memicu tanda tanya di antara penggemar dan media hiburan internasional.

Selama dikabarkan menjalin hubungan, Lisa dan Frédéric memang dikenal menjaga privasi. Keduanya jarang tampil bersama di ruang publik. Salah satu momen kebersamaan yang sempat menjadi perhatian terjadi pada 2024, ketika mereka menghadiri acara TAG Heuer dan Formula 1 di Miami.

Frédéric Arnault merupakan putra Bernard Arnault, pemimpin grup LVMH yang menaungi berbagai merek barang mewah dunia. Frédéric juga dikenal pernah menjabat sebagai CEO LVMH Watches, divisi yang membawahi merek jam tangan mewah seperti TAG Heuer.