Sektor teknologi dan industri global menunjukkan performa gemilang pada kuartal kedua tahun 2026. Laporan keuangan terbaru menunjukkan lonjakan pendapatan dan laba bersih yang signifikan dari sejumlah korporasi raksasa dunia, dipicu oleh adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terus meluas di berbagai sektor industri.
Alphabet, induk perusahaan Google, memimpin tren positif ini dengan mencatatkan pertumbuhan pada sektor Google Search sebesar 19 persen dan Google Cloud yang melonjak hingga 63 persen, yang berujung pada kenaikan laba operasional sebesar 30 persen. Keberhasilan ini diikuti oleh Microsoft yang membukukan kenaikan aset kotor rata-rata sebesar 22 persen. Sementara itu, raksasa e-commerce dan cloud Amazon mempertahankan dominasinya dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 17 persen serta peningkatan laba operasional sebesar 30 persen.
Sorotan utama juga tertuju pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) yang dijadwalkan merilis laporan keuangannya pada pertengahan Juli 2026. Produsen chip terbesar di dunia ini diproyeksikan meraup pendapatan sekitar 39,85 miliar dolar AS, didorong oleh tingginya permintaan global terhadap infrastruktur AI canggih. Sejalan dengan itu, produsen alat semikonduktor asal Belanda, ASML, turut meningkatkan proyeksi penjualan mereka menjadi 43 miliar hingga 45 miliar euro.
Kendati kinerja fundamental emiten teknologi sangat solid, pasar modal sempat mengalami fluktuasi jangka pendek. Reksa dana indeks (ETF) iShares A.I. Innovation and Tech Active (BAI) dilaporkan terkoreksi hampir 6 persen dalam sepekan terakhir akibat pengaruh pergerakan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun. Walau demikian, para analis menilai momentum pertumbuhan sektor teknologi tetap kuat dan memberikan prospek jangka panjang yang menjanjikan bagi para investor global.