Pemerintah Kota Da Nang secara resmi menetapkan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan transformasi digital sebagai prioritas utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah strategis ini didukung penuh oleh kerangka regulasi spesifik yang disahkan Majelis Nasional, yang memberikan landasan hukum kuat bagi kota tersebut untuk menarik investasi asing langsung (FDI) di sektor industri masa depan.

Dalam rangkaian lokakarya strategis yang digelar baru-baru ini, para pakar dari dalam dan luar negeri membedah potensi besar Da Nang dalam rantai pasok global. Diskusi difokuskan pada penguatan ekosistem yang mencakup pengemasan sirkuit terpadu, pengembangan kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), hingga teknologi kendaraan udara tak berawak. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta menjadi sorotan utama guna menciptakan tenaga kerja berkualitas yang siap menjawab tantangan industri.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Pusat Penelitian dan Pelatihan Desain Sirkuit Terpadu dan Kecerdasan Buatan Da Nang (DSAC) telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai lembaga nasional dan perusahaan teknologi terkemuka. Kerja sama ini tidak hanya mencakup transfer teknologi, tetapi juga pengembangan inovasi sirkuit terpadu yang akan memperkuat daya saing kota di panggung internasional.

Selain diskusi mendalam, pemerintah kota turut menggelar pameran teknologi di Pusat Konvensi Internasional Furama yang berlangsung hingga 10 Juli. Ajang ini menjadi etalase bagi berbagai kebijakan, produk, dan model inovasi unggulan di sektor mikrochip dan teknologi tinggi. Melalui langkah terpadu ini, Da Nang berambisi menjadi destinasi utama bagi investor global sekaligus memperdalam integrasinya dalam peta rantai nilai semikonduktor dunia.