Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Asosiasi Creative Economy Accelerator (CREATOR) dan KUMPUL menggelar pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bertajuk "AI Ignition Road to Sulawesi Utara". Langkah strategis ini bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal menghadapi tantangan era digital global secara inklusif. Pelatihan intensif ini didukung oleh Google.org, Asian Development Bank, dan AVPN melalui skema program AI Opportunity Fund: Asia Pacific.
Bertempat di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara pada Selasa (14/7/2026), agenda utama ini sukses menarik perhatian sekitar 1.000 peserta. Antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran pelajar SMA/SMK, mahasiswa, praktisi media, pegiat komunitas, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Galang, yang mewakili jajaran pemerintah daerah. Dalam sambutannya, Tahlis menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas sektor tersebut. Ia menekankan pentingnya pemerataan akses teknologi agar tidak terjadi kesenjangan antara pusat dan daerah, sejalan dengan visi pemerataan yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, turut memaparkan peta jalan teknologi nasional dalam sesi kunci. Tiar menegaskan bahwa kecerdasan buatan harus menjadi alat pemecah masalah sosial-ekonomi seperti kemiskinan dan pengangguran. Pemerintah pusat saat ini tengah merancang Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI Nasional 2026-2029 sebagai panduan implementasi teknologi di tingkat kementerian hingga daerah.
Dalam sesi diskusi panel, Kepala BLSDM Komdigi Manado, Arsyad, menyoroti pentingnya perubahan pola pikir digital masyarakat guna mencegah jurang teknologi antara wilayah perkotaan dan kepulauan. Senada dengan itu, CEO BigDade Studio, Andria Wahyudi, menambahkan bahwa meskipun AI dapat meningkatkan produktivitas kerja hingga 500 persen, kontrol penuh dan kemampuan kognitif manusia tetap memegang peranan krusial sebagai penentu arah ekosistem kerja.
Menjawab pergeseran kebutuhan industri, Manager .id Academy, Meita Pratiwi, menekankan bahwa kecerdasan emosional dan kreativitas manusia adalah aspek yang tidak tergantikan oleh mesin. Sementara itu, Ketua CREATOR, Dr. Lady Giroth, mengingatkan dunia akademis untuk menempatkan AI hanya sebagai asisten pintar dan bukan media untuk plagiarisme, serta mendorong komunitas lokal untuk terus memperkuat ekosistem digital yang berkelanjutan.
Pelatihan ini juga dibekali dengan materi kedaulatan data oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), yang menekankan pentingnya penggunaan identitas digital nasional seperti domain .id untuk keamanan siber. Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat penghargaan kepada para narasumber dan mitra strategis yang telah mendukung penuh berjalannya akselerasi teknologi di Bumi Nyiur Melambai ini.