YOGYAKARTA — Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta resmi meluncurkan program Sekolah Kopi Nusantara (SKN) di GRHA INSTIPER, Sabtu (5/9/2026). Inisiatif strategis ini dirancang untuk menjawab tantangan industri perkopian nasional yang kini membutuhkan sumber daya manusia (SDM) kompeten tidak hanya di bidang budidaya, melainkan di sepanjang rantai nilai dari hulu hingga hilir.
Peluncuran SKN bertepatan dengan agenda penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 dan dihadiri langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Program terobosan ini lahir dari sinergi berkelanjutan antara INSTIPER, Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), serta Dewan Kopi Indonesia.
Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas generasi muda di sektor perkebunan dan kehutanan. Menurutnya, komoditas perkebunan memiliki kontribusi vital terhadap penyerapan tenaga kerja, penyumbang devisa negara, serta motor penggerak perekonomian di kawasan terpencil.
Berbeda dari pelatihan komersial pada umumnya, kurikulum SKN dirancang terintegrasi berbasis kompetensi dengan proporsi 75 persen praktik dan 25 persen teori. Pembelajaran mencakup tata kelola kebun berkelanjutan, penanganan pascapanen, penjaminan mutu, teknik pengesengan (roasting), keahlian barista, hingga analisis rantai bisnis dan pemasaran modern.
Pada jalur nonformal, SKN menyediakan tiga tingkatan program pelatihan, mulai dari Micro Skill Program (3–5 hari), Applied Coffee Skills (10–12 hari), hingga Professional Coffee Academy (10–12 minggu). Menariknya, capaian dari pelatihan ini dapat diintegrasikan ke jalur pendidikan formal (D1 hingga S1) melalui mekanisme Recognition of Prior Learning (RPL).
Untuk menunjang proses pembelajaran hands-on, INSTIPER menyiagakan sarana pendukung seperti SEAT Ungaran untuk penguasaan sektor hulu, Pilot Plant Pengolahan Hasil Perkebunan, serta INSTIPER Lab Coffee untuk pendalaman bisnis hilir. Kehadiran SKN diharapkan mampu melahirkan inovator muda yang kompetitif dan siap memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.