MAKASSAR — Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menggelar workshop pemetaan bahan kajian kurikulum untuk jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2). Langkah strategis ini diambil guna menyelaraskan materi pembelajaran sekaligus mencegah terjadinya tumpang tindih materi antarjenjang pendidikan.
Bertempat di Ruang Prof. Dr. Nur Nasry Noor, MPH, Gedung FKM Unhas, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, alumni, serta mahasiswa. Dekan FKM Unhas, Ansariadi, S.KM., M.Sc.PH., Ph.D., yang membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya evaluasi kurikulum secara berkala demi menjawab dinamika ilmu pengetahuan dan tantangan kesehatan lingkungan yang kian kompleks.
Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan, Dr. Erniwati Ibrahim, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa lokakarya ini merupakan agenda rutin menjelang semester baru. Namun, tahun ini fokus diarahkan pada pemetaan bahan kajian agar kurikulum tetap terintegrasi dengan penjaminan mutu internal universitas. Senada dengan itu, Plt Ketua Program Studi S2, Dr. Wahiduddin, S.KM., M.Kes., menambahkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan sektor praktisi sangat penting agar lulusan siap kerja.
Dalam sesi pembahasan teknis yang difasilitasi oleh tim pengembang, ditegaskan perbedaan kedalaman materi untuk kedua jenjang. Mahasiswa program sarjana akan diarahkan pada penguasaan konsep dasar dan implementasinya. Sementara itu, mahasiswa program magister difokuskan pada kemampuan analisis mendalam, evaluasi kritis, serta inovasi dalam memecahkan masalah kesehatan lingkungan secara strategis.
Melalui pemetaan yang sistematis ini, FKM Unhas berharap dapat menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang lebih aplikatif. Komitmen ini selaras dengan visi departemen untuk melahirkan lulusan berdaya saing tinggi yang mampu mengatasi persoalan kesehatan lingkungan, khususnya pada karakteristik wilayah pesisir, kepulauan, dan Benua Maritim Indonesia.