Dalam upaya mendorong penerapan pola hidup sehat dan aktif, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ngudi Waluyo (UNW) menggelar pelatihan senam hipertensi bagi warga Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai wadah olahraga bersama, melainkan sebagai sarana edukasi guna menekan faktor risiko penyakit tekanan darah tinggi di tingkat desa.

Program kerja yang diinisiasi oleh tim mahasiswa KKN UNW ini berjalan di bawah bimbingan langsung Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), apt. Dedi Haswan, S.Farm., M.Clin.Pharm. Keterlibatan aktif kelompok mahasiswa ini bertujuan memperkenalkan aktivitas fisik ringan yang mudah diadopsi oleh masyarakat lintas generasi sebagai kebiasaan sehari-hari.

Senam hipertensi dipilih karena gerakannya yang sederhana dan aman dilakukan secara mandiri, mulai dari tahap pemanasan, latihan inti, hingga pendinginan. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh kelompok lanjut usia (lansia), melainkan juga menarik minat kalangan remaja dan dewasa agar mereka dapat menjadi pelopor keberlanjutan hidup sehat di lingkungan keluarga masing-masing.

Meski olahraga ini sangat bermanfaat, tim mahasiswa tetap mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi tubuh sebelum memulai senam. Warga yang sedang mengalami tekanan darah rendah atau hipotensi dianjurkan untuk beristirahat terlebih dahulu. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk patuh mengonsumsi obat secara rutin dan menghindari perubahan dosis secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.

Dalam kesempatan terpisah, apt. Dedi Haswan menekankan pentingnya sinergi antara terapi obat dan non-obat pada penyakit kronis. Ia meluruskan kekeliruan persepsi di masyarakat yang menganggap konsumsi obat antihipertensi secara rutin dapat merusak ginjal. Menurutnya, pembiaran tekanan darah tinggi tanpa pengobatan teratur justru menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan organ ginjal pasien.