Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 42 Universitas Malikussaleh (Unimal) mengambil langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan memperkenalkan teknologi lubang resapan biopori kepada warga Desa Mulieng Meucat, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (27/8/2026) ini bertujuan untuk meningkatkan daya resap air tanah sekaligus mengatasi permasalahan sampah organik di tingkat rumah tangga.

Sebagai langkah awal, para mahasiswa melakukan uji coba pemasangan lubang resapan biopori di dua pekarangan rumah warga setempat. Sebelum proses pembuatan dimulai, tim KKN terlebih dahulu memberikan edukasi mendalam mengenai fungsi ekologis biopori, cara kerja penyerapan air, hingga manfaat jangka panjangnya bagi struktur tanah di sekitar pemukiman.

Ketua Kelompok 42 KKN Unimal, Muhammad Ziyad Zoelenda, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam menjaga ekosistem sekitar. Ia menekankan bahwa pembuatan biopori merupakan solusi praktis dan murah yang bisa direplikasi secara mandiri oleh setiap keluarga dengan menggunakan peralatan sederhana.

Inisiatif ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Yulia Ekawati, salah satu warga yang rumahnya menjadi lokasi percontohan, mengapresiasi edukasi tersebut karena kini ia memahami metode sederhana untuk menyuburkan tanah sekaligus mengurangi potensi genangan air di sekitar huniannya. Melalui program stimulasi ini, mahasiswa berharap kesadaran lingkungan warga Mulieng Meucat dapat terus meningkat secara berkelanjutan.