Pemerintah Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, terus memperkuat langkah preventif untuk mengantisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Hingga Juli 2026, wilayah tersebut berhasil mencatatkan nihil kasus, sebuah pencapaian yang didorong oleh komitmen kolektif dalam melaksanakan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Lurah Cilinaya, I Ketut Soemarta, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi aktif antara jajaran kelurahan, kader posyandu, ketua RT, serta para kepala lingkungan. Tim gabungan ini tidak hanya melakukan pemantauan rutin terhadap potensi sarang nyamuk, tetapi juga terjun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya sanitasi di lingkungan tempat tinggal.

Langkah antisipatif ini diambil menyikapi anomali cuaca di tengah musim kemarau, di mana curah hujan yang sesekali turun berisiko menciptakan genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Soemarta menegaskan bahwa meski tahun lalu terdapat beberapa kasus, pihaknya terus melakukan evaluasi demi menekan angka penyebaran penyakit tersebut.

Perhatian khusus kini tertuju pada Lingkungan Karang Tapen, kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi yang dihuni sekitar 2.600 jiwa. Wilayah ini dinilai memiliki kerentanan lebih tinggi, sehingga pengawasan terhadap barang bekas seperti botol dan kaleng yang berpotensi menampung air dilakukan secara lebih intensif.

Selain gerakan PSN, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan di Cilinaya juga didukung oleh program 'Tempah Dedoro'. Melalui penyediaan 90 unit sarana pengelolaan sampah yang tersebar di sembilan lingkungan, warga kini lebih terampil dalam memilah sampah organik dan anorganik. Upaya ini dinilai efektif dalam meminimalisir tumpukan sampah yang selama ini menjadi salah satu pemicu utama munculnya sarang nyamuk di tengah permukiman warga.