BULELENG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng bergerak cepat mematangkan seluruh aspek persiapan dalam menyambut penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027. Sebagai satu-satunya tuan rumah ajang olahraga terbesar di Bali tersebut, pihak KONI Buleleng menyatakan keyakinan tinggi untuk menyukseskan gelaran tersebut, baik dari sisi infrastruktur maupun pembinaan atlet.

Langkah konkret tersebut ditandai dengan digelarnya rapat persiapan bersama seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) di Ruang Rapat KONI Buleleng pada Kamis (25/6/2026) malam. Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi strategis guna menyatukan visi dan semangat seluruh elemen olahraga di Kabupaten Buleleng menjelang Porprov 2027.

Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan bahwa kesiapan sebagai tuan rumah mencakup dimensi yang luas, tidak sekadar menyediakan tempat pertandingan. Pembinaan atlet secara intensif sejak dini juga menjadi prioritas utama agar Buleleng tidak hanya tampil sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu bersaing dalam meraih prestasi.

"Persiapan harus dilakukan dari sekarang agar saat pelaksanaan Porprov nanti kita benar-benar siap, baik sebagai tuan rumah maupun dari sisi prestasi," tegas Supriatna.

Dari sisi infrastruktur, KONI Buleleng telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap venue yang berpotensi digunakan untuk berbagai pertandingan. Proses ini melibatkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai kondisi sarana dan prasarana olahraga yang ada.

Hasil pendataan tersebut akan menjadi landasan dalam menyusun kebutuhan renovasi maupun pengembangan fasilitas, yang kemudian diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Pemerintah Provinsi Bali melalui penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Hampir seluruh venue untuk 49 cabang olahraga sudah kami siapkan. Hanya untuk cabang olahraga selancar ombak yang memang belum tersedia di Buleleng. Namun secara umum kesiapan venue sudah kami petakan dan terus kami matangkan," papar Supriatna.

Meskipun daftar cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov 2027 belum ditetapkan secara final, Supriatna menekankan pentingnya memulai persiapan venue dari sekarang. Pasalnya, proses perbaikan dan peningkatan kualitas fasilitas olahraga memerlukan waktu yang tidak singkat serta dukungan anggaran yang cukup besar.

Dukungan politik dari pemerintah daerah pun sudah mulai terkonfirmasi. KONI Buleleng telah melakukan audiensi langsung dengan Bupati Buleleng untuk menyampaikan berbagai kebutuhan serta kendala yang dihadapi selama proses persiapan. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas rencana pembentukan panitia pelaksana daerah dengan merujuk pada pengalaman sukses penyelenggaraan Porprov Bali 2015.

"Kami sudah menghadap Bapak Bupati dan meminta dukungan. Beliau sudah memberikan arahan terkait pembentukan panitia pelaksana daerah. Kami juga menyampaikan kebutuhan perbaikan venue yang nantinya akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Porprov," jelas Supriatna.

Lebih jauh, Supriatna mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung perbaikan seluruh venue yang akan digunakan. Komunikasi intensif juga terus dijalin dengan Pemerintah Provinsi Bali dan KONI Bali guna mengupayakan tambahan dukungan anggaran bagi pembenahan fasilitas olahraga.

Dalam rapat konsolidasi tersebut, berbagai masukan dari pengurus cabang olahraga turut dibahas secara mendalam. Aspirasi dan catatan dari masing-masing cabor akan dijadikan bahan evaluasi serta tindak lanjut bagi KONI Buleleng ke depan.

"Kita tidak hanya mempersiapkan atlet dari sisi fisik dan kemampuan teknis. Tadi banyak masukan dari cabang olahraga dan itu akan menjadi bahan evaluasi serta tindak lanjut ke depan," pungkas Supriatna.