PEMALANG – Di tengah derasnya arus digitalisasi, penggunaan gawai pada anak-anak bagaikan pisau bermata dua yang memerlukan perhatian serius. Merespons tantangan tersebut, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) menginisiasi program edukasi bertajuk TERAS (Teknologi Ramah Anak Sekitar) di Desa Gandu, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang.
Program yang menyasar anak-anak usia 10 hingga 11 tahun ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi secara bijak sejak dini. Kegiatan yang berlangsung interaktif selama satu jam ini dirancang agar anak-anak tidak hanya memahami teknologi dari sisi fungsionalnya, tetapi juga menyadari pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental saat berinteraksi dengan layar digital.
Penanggung jawab kegiatan sekaligus mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Undip, Nadhif Aiman Irsyan, menekankan pentingnya pembatasan durasi menatap layar (screen time) bagi anak-anak usia sekolah. Menurutnya, meskipun teknologi mempermudah proses belajar dan komunikasi, penggunaannya tetap harus diimbangi dengan kebiasaan sehat agar tidak memicu gangguan kesehatan di kemudian hari.
Untuk menjaga antusiasme peserta, sosialisasi dikemas secara kreatif melalui sesi permainan edukatif, kuis interaktif, serta pengerjaan lembar kerja mandiri. Melalui metode yang menyenangkan ini, para siswa diajarkan langkah konkret menjaga kesehatan tubuh, seperti membatasi durasi penggunaan gawai, rutin mengistirahatkan mata, menjaga postur duduk yang ergonomis, serta tetap aktif bergerak secara fisik.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama. Melalui inisiatif program TERAS ini, para mahasiswa KKN Undip berharap generasi muda di Desa Gandu dapat tumbuh menjadi organisasi yang cakap digital tanpa mengabaikan kualitas kesehatan fisik maupun mental mereka.