Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menambah portofolio emitennya dengan mencatatkan dua perusahaan baru, yakni PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI). Aksi korporasi ini menandai langkah strategis kedua perusahaan dalam memperkuat posisi di industri masing-masing melalui akses pendanaan publik.

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi melantai di bursa dengan melepas 615 juta saham baru ke publik, yang setara dengan 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan menetapkan harga penawaran di kisaran Rp400 hingga Rp500 per saham, perusahaan membidik perolehan dana segar hingga Rp307,5 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk mempercepat pengembangan bisnis di sektor energi dan infrastruktur telekomunikasi nasional.

Direktur Utama PT Bach Multi Global Tbk, Budi Kurniawan, menyatakan bahwa keberhasilan IPO ini menjadi fondasi krusial bagi perusahaan untuk merespons meningkatnya kebutuhan akan konektivitas digital dan stabilitas pasokan listrik. Optimisme perusahaan didukung oleh kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun 2025, di mana pendapatan tercatat meningkat 40 persen menjadi Rp1,73 triliun dan laba bersih melesat tajam sebesar 97,5 persen menjadi Rp155 miliar.

Pada waktu yang bersamaan, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) juga memulai debut perdananya di BEI. Perusahaan yang bergerak di bidang solusi alat kesehatan ini melepas 522,86 juta saham baru, atau sekitar 30 persen dari modal disetor penuh. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi, yang diharapkan dapat berkontribusi pada kemandirian industri alat kesehatan di Indonesia.

Kehadiran BACH dan EMMI di pasar modal diharapkan mampu memberikan stimulus positif bagi sektor digital, energi, dan kesehatan domestik. Bagi para investor, aksi korporasi ini menawarkan peluang baru untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan yang berfokus pada infrastruktur strategis dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.