Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, teknologi ini menawarkan efisiensi dan kemudahan luar biasa. Namun di sisi lain, muncul ancaman serius berupa hoaks, disinformasi, hingga konten deepfake yang nyaris tak terdeteksi. Ancaman ini dikhawatirkan dapat mengikis kepercayaan publik terhadap informasi resmi dari pemerintah.
Menghadapi tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengambil langkah proaktif. Lembaga negara ini sedang mengembangkan sebuah sistem keamanan komunikasi publik yang canggih. Sistem ini dirancang untuk menjamin bahwa setiap informasi publik tetap autentik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Inti dari sistem baru ini adalah penggabungan tiga pilar teknologi: AI, blockchain, dan verifikasi manusia. Pendekatan ini memposisikan AI bukan sebagai pengambil keputusan, melainkan sebagai asisten analitis. AI akan membantu menganalisis data dalam volume besar, mendeteksi pola hoaks, hingga mempercepat penyusunan draf informasi.
Ketua Tim Peneliti Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN, Ahmad Budi Setiawan, menjelaskan bahwa pemanfaatan AI tetap harus disertai mekanisme pengawasan ketat. "Teknologi harus menjadi alat bantu, bukan pengganti proses verifikasi," tegasnya. Validasi dan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia untuk menjaga akurasi.
Solusi konkret yang dikembangkan adalah Public Information Trust System (PITS). Sistem ini memanfaatkan teknologi blockchain untuk memastikan keaslian informasi melalui pelacakan asal-usul dokumen (provenance system) dan tanda tangan digital. Dengan demikian, setiap dokumen resmi memiliki identitas unik yang bisa diverifikasi oleh masyarakat.
PITS memastikan bahwa informasi publik yang telah diverifikasi tidak dapat diubah tanpa meninggalkan jejak digital. Masyarakat kini memiliki sarana untuk memeriksa keaslian sebuah dokumen, menelusuri riwayat perubahannya, dan memastikan kesuaiannya dengan versi resmi yang beredar. Langkah ini merupakan benteng pertahanan digital di era informasi yang rentan manipulasi.