Bosch Indonesia memanfaatkan pameran otomotif bergengsi GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk memamerkan inovasi teknologi keselamatan kendaraan masa depan. Melalui stan khusus Safety & Advanced Technology, perusahaan asal Jerman ini mengedukasi publik mengenai mekanisme sistem proteksi aktif yang dirancang guna meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya secara preventif.
Director of Mobility Solutions Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak, menjelaskan bahwa arah pengembangan teknologi keselamatan kini telah bergeser. Menurutnya, tantangan terbesar industri saat ini bukan lagi sekadar menambah fitur baru pada kendaraan, melainkan memastikan sistem mampu memberikan respon protektif yang tepat dan presisi di tengah situasi lalu lintas yang kian kompleks dan dinamis.
Di ajang GIIAS tahun ini, Bosch memamerkan alur kerja teknologi keselamatan modern melalui tiga pilar utama, yakni Sense, Think, dan Act. Pada tahap awal (Sense), sensor radar, kamera serbaguna, dan sensor ultrasonik bekerja memindai kondisi sekitar. Data visual tersebut kemudian diolah pada tahap komputasi (Think) untuk mendeteksi potensi bahaya, sebelum akhirnya dieksekusi (Act) lewat sistem pengereman terintegrasi (Integrated Power Brake) yang responsif tanpa mengabaikan kendali penuh dari pengemudi.
Langkah edukatif ini mendapat apresiasi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Vice Compartment Future Automotive Technology & Renewable Energy GAIKINDO, Ardhana Wiranata, menyatakan bahwa pemahaman masyarakat terhadap fungsi teknologi keselamatan menjadi aspek krusial agar fitur-fitur canggih pada kendaraan modern dapat diadopsi secara optimal demi menciptakan budaya berkendara yang aman dan efisien.
Tidak hanya berfokus pada teknologi mutakhir, Bosch juga menekankan pentingnya perawatan komponen fisik penunjang keselamatan seperti wiper, lampu, busi, dan filter melalui divisi Mobility Aftermarket. Selain itu, Bosch turut menggelar program sosial berupa donasi peremajaan 100 unit ambulans di berbagai wilayah Indonesia yang bersumber dari setiap penjualan produk wiper mereka selama pameran berlangsung.